<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/35845115?origin\x3dhttp://infosinema.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Tuesday, April 10, 2018

Enak tho Zamanku film Drama Kriminal Indonesia

InfoSinema - Film "Enak tho Zamanku - Piye Kabare" bukan hanya merupakan istilah setelah meninggalnya penguasa orde baru, tetapi sebuah film Drama Kriminal karya Sutradara Akhlis Suryapati yang ditulisnya sendiri, dan di produseri Sonny Pudjisasono.

Enank tho Zamanku di produksi Midesa Pictures dan bersama Kreativa Art, "akan diedarkan diseluruh bioskop Indonesia pada 12 April 2018 nanti" ujar Wartawan Senior Yan Widjaya saat memoderatori jumpa pers setelah screening film kepada awak dan media, hari Selasa 10 April 2018, di PPHUI Kuningan, Jakarta Selatan.

Sementara didalam rilisnya, genre film ini selain Drama Crime juga ada Satire dan Sosialnya berdurasi 90 menit.

Film ini dimainkan oleh Panji Addiemas, Ismi Melinda, Ratu Erina, Eko Xamba, Soultan Saladin, Otig Pakis, Doly Marten, Yurike Prastika, Ananda George, Riza Pahlawan. dan Every Joe.

a Sinopsis

Setelah penyerangan brutal atas Pinuntun (Dolly Martin) dan juru goreng Mbah Mangun (Otig Pakis), bisnis berada di bawah kendali Saladin (Soultan Saladin). Datang Darmo Gandul (Panji Addiemas) kembali dari pencarian jati diri.

Darmo Gandul bertemu dengan Retno (Ismi Melinda), gadis penghibur yang ingin menyelamatkan adiknya dari korban jaringan penjualan wanita ke negeri seberang. Darmo Gandul juga menemukan, kerajaan bisnis ayahnya kini jadi kartel kejahatan.

Darmo Gandul harus berhadapan dengan gerombolan Gato Loco (Eko Xamba), kaki tangan Saladin. Tetapi kekuasaan dan jaringan kejahatan Saladin, tidaklah sesederhana dibayangkan orang. Ada penjahat dan agen-agen kaliber internasional dalam matarantai grand design untuk menjadikan Saladin sebagai seorang Penguasa melalui politik yang dibangun lewat kejahatan.


Labels: , ,